tugas algoritma translasi pemilihan

Posted in Uncategorized on Januari 13, 2012 by firmanputra93

FIRMANSYAH PUTRA
TI-B

1.    PROGRAM ANGKA_TERBESAR;

program angka_terbesar;
uses
WinCrt;
var
a,b,c,i : integer;

begin
writeln(‘MENCARI ANGKA TERBESAR’);
for i:=1 to 3 do
begin
write(‘Masukkan ANGKA ‘,i,’ : ‘);
if i =1 then
readln(a);
if i=2 then
readln(b);
if i=3 then
readln(c);
end;
{rumus}
if a>b then
i:=a
else
i:=b;
if i>c then
i:=i
else
i:=c;
writeln;
write(‘angka terbesarnya = ‘,i);
end.

2.    ’MENENTUKAN GAJI KARYAWAN HONORER STKIP PGRI SUMENEP’

program GAJI_HONORER_STKIP;

uses
WinCrt;
var
jjk,gaji,lembur,u_lembur,gaji2,jm : longint;
nama : string;

begin
jm:=48;{jam maksimal}
gaji:=2000;{perjam}
u_lembur:=3000;{perjam}
writeln(‘MENENTUKAN GAJI KARYAWAN HONORER STKIP PGRI SUMENEP’);
write(‘Masukkan Nama Karyawan : ‘); readln(nama);
write(‘Masukkan jumlah jam kerja : ‘);readln(jjk);
{rumus}
if jjk<=jm then
begin
gaji:=jjk*gaji2;
write(‘gaji karyawan (‘,nama,’) dalam seminggu adalah Rp. ‘,gaji,’,00′);
end else
begin
lembur:=jjk-jm;
gaji:=(jm*gaji2)+(lembur*u_lembur);
write(‘gaji karyawan (‘,nama,’) dalam seminggu adalah Rp. ‘,gaji,’,00′);
end;
end.

3.    KOORDINAT
program Menentukan_letak_kuadran;

uses
WinCrt;
var
x,y,kuad : integer;

begin
writeln(‘MENCARI LETAK KUADRAN DARI TITIK P(x,y)’);
write(‘Masukkan titik x  : ‘);readln(x);
write(‘Masukkan titik y  : ‘);readln(y);
writeln(‘Letak P(x,y) : (‘,x,’,’,y,’)’);
{rumus}
if (x>0) and (y>0) then
kuad:=1
else
if (x<0) and (y>0) then
kuad:=2
else
if (x<0) and (y<0) then
kuad:=3
else
if (x>0) and (y<0) then
kuad:=4;
writeln;
write(‘letak titik P(‘,x,’,’,y,’) adalah  dikuadran ‘,kuad);
end.

4.    ’MENENTUKAN UPAH KARYAWAN  PT. MUSTAHIL MAJU SUMENEP SESUAI GOLONGAN’

program GAJI_Golongan;
uses
WinCrt;
var
jjk,upah,lembur,u_lembur,gaji,jm : longint;
nama : string;
gol : char;
begin
jm:=48;{jam maksimal}
u_lembur:=3000;{perjam}
writeln(‘MENENTUKAN UPAH KARYAWAN  STKIP PGRI SUMENEP SESUAI GOLONGAN’);
write(‘Masukkan Nama Karyawan : ‘); readln(nama);
write(‘Masukkan golongan karyawan : ‘);readln(gol);
write(‘Masukkan jumlah jam kerja : ‘);readln(jjk);
{rumus}
if (gol=’A’)or(gol=’a’) then
upah:=4000
else
if (gol=’B’)or(gol=’b’) then
upah:=5000
else
if (gol=’C’)or(gol=’c’) then
upah:=6000
else
if (gol=’D’)or(gol=’d’) then
upah:=7500;

if jjk<=48 then
begin
gaji:=jjk*upah;
write(‘jadi gaji karyawan (‘,nama,’) golongan ‘,gol,’ dalam seminggu adalah Rp. ‘,gaji,’,00′);
end
else
begin
lembur:=jjk-jm;
gaji:=(jm*upah)+(lembur*u_lembur);
write(‘jadi gaji karyawan (‘,nama,’) golongan ‘,gol,’ dalam seminggu adalah Rp. ‘,gaji,’,00′);
end;
end.

 

5.    ’MENENTUKAN INDEKS NILAI MAHASISWA’

program Indeks_nilai_siswa;

uses
WinCrt;
var
nilai : integer;
nama : string;
ind : char;
begin
writeln(‘MENENTUKAN INDEKS NILAI SISWA’);
write(‘Masukkan Nama Siswa : ‘); readln(nama);
write(‘Masukkan nilai ujian : ‘);readln(nilai);
{rumus}
if nilai>=80 then
ind:=’A’
else
if (nilai<80)and(nilai>=70) then
ind:=’B’
else
if (nilai<70)and(nilai>=55)then
ind:=’C’
else
if nilai<40 then
ind:=’D’;

write(‘siswa (‘,nama,’) indeks nilainya adalah ‘,ind);

end.

materi pengenalan data elektronik

Posted in Materi Informatika on Desember 6, 2011 by firmanputra93

materi pengenalan data elektronik

}Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang dikenal yaitu :
Desimal (Basis 10),
Biner (Basis 2),
Oktal (Basis 8)
Hexadesimal (Basis 16).

Tugas Algoritma

Posted in Materi Informatika on Desember 6, 2011 by firmanputra93

untitled

Pseudo Code

  1. Pergi ke STKIP
  2. Pergi ke bagian pendaftaran
  3. Membawa Persyaratan
  4. Mengembalikan Folmulir ke petugas
  5. Folmulir di tolak karena foto kurang 1
  6. kembali besoknya, dan diperiksa
  7. Folmulir diterima
  8. Budi menerima kartu peserta teCerita merakit Komputerpertama siapkan alat-alat yang di gunakan dan yang akan di rakit yaitu:
    1. obeng (+) (-)
    2. CPU
    3. monitor
    4. keyboard
    5. mouse
    6. kabel USB
    7. power suply atau stavolt
    8. sound sistem

    lalu rakitlah bahan-bahan tersebut. pertama tancapkan USB keyboard pada I/O CPU. kemudian USB mouse dan USB monitor pada I/O CPU. kemudian tancapkan USB yang telah tersambung pada sound sistem pada sound card yang ada pada CPU. kemudian pengecopan Monitor tancapkan pada stavolt. dan stavoltnya di hubungkan pada sakelar. kemudian teslah komputer itu hidup apa mati.

    Pseudo code

    1. persiapan
    2. perakitan
    3. pengetesan
    4. selesai


    s

kumpulan cerpen : rembulan bulan april

Posted in Cerpen on November 21, 2011 by firmanputra93

Rembulan malam itu melukis sunyi. Angin berdesir menyerap embun, sementara aku masih termenung diantara selimut gulita yang kini mulai mendekapku. Aku kehilangan arah ketika memandang rembulan yang kini tak tampakkkan senyumnya.

“Rembulan kenapa kau begitu mendung malam ini?”

Rembulan tetap membisu, tanpa sepatah katapun terlontar dari daun bibirnya. Ilalang di kejauhan berdesis pelan seperti menyiratkan luka yang begitu dalam. Aku menatap Rembulan yang kini bersembunyi di balik awan tanpa sepotong senyumpun yang dipancarkannya.

Aku bingung dengan Rembulan semenjak awal bulan april tahun lalu ia menjadi murung. Bahkan usahaku menghiburnya tetap tidak mengubah kesedihannya. Di atas ayunan itu hamper setiap malam aku harus menatap rembulan dengan perasaan haru yang tak tertahankan.

Aku tahu luka yang menembus di dada Rembulan adalah luka yang tak terobatkan, bahkan oleh ibu baru sekalipun. Aku juga tahu, Rembulan tidak akan mudah menerima orang baru di sisinya. Apalagi Kiki, ah…………………………….wanita itu memang seorang bidadari. Ia selalu dapat mengukir senyum di wajah rembulan. Ia selalu mampu membuat rembulan menjadi cerah dalam malam-malamnya, di setiap mimpi-mimpinya.

Aku mengerti selama ini aku kurang memperhatikan  Rembulan. Karena aku selalu menganggap kehadiran sosok Kiki sudah cukup bagi Rembulan yang menerangi bahtera rumah tanggaku. Aku sangat yakin, aku akan merawat rembulan dengan baik, akan selalu merawat cahayanya agar selalu terangi hidupku setiap hari. Karena kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga.

Ternyata dugaanku selama ini salah. Dan sekarang Rembulan itu murung rembulan itu tampak kusam. “Apakah kau melihatku Kiki? Apakah kau mendengarku?”. Bantulah aku untuk dapat membuat Rembulan kembali bersinar. “Apakah kau mendengarku Kiki?”. Lihatlah Rembulan, ia kini tak bercahaya lagi, ia sekarang murung, bahkan untuk menerangikupun ia tak tahu.

“Rembulan aku tahu kau sedih karena ditinggal ibu yang sangat menyayangimu. Karena dialah satu-satunya orang yang paling dekat dan mengerti kamu. Tapi tolong jangan siksa ayah seperti ini. meski dulu ayah kurang memperhatikanmu karena kesibukan ayah kerja tapi ayah sangat menyayangimu”.

Namun Rembulan menatapku tanpa cahaya. Dan aku selalu memandangnya dengan penuh tanda tanya. Dalam wajah polos itu. Dalam wajah rembulan yang mungil itu, aku tak mampu membaca abjad-abjad yang tertulis di setiap raut wajahnya.

Walaupun kini telah satu tahun kepergianmu Kiki. Rembulan masih saja bisu. Yang dia hanya lakukan adalah menantimu  dengan duduk di ayunan setiap malam. Dan hampir setiap malam itulah aku menatapnya tanpa cahaya besinar diraut wajah mungilnya sedikitpun.

Andai saja aku ada ketika malam menyedihkan itu. Andai saja aku bisa menjagamu dan menemanimu saat itu . aku tahu saat itu kesehatanmu sedang labil. Karena kanker yang diderita olehmu sudah cukup parah. Dan Rembulanpun menangis ketika aku datang keesokan paginya ke rumah sakit. Aku tak tahu apa sebabnya. Ketika itu pula semua wajah keluargamu menatapku dengan wajah sedih dan air mata, aku makin bingung. Aku tak mengerti mengapa semuanya ada di sini, dan kenapa semunya dihiasi air mata.

Aku baru mengerti ketika melihat wajahmu telah putih pucat dengan Rembulan yang memelukmu di sampingmu sambil menangis tanpa henti. “Argh………………..kenapa ini mesti terjadi padamu Kiki padahal kita sudah berjanji untuk merawat Rembulan bersama-sama”. Sejak saat itu pula aku tak melihat cahaya yang dipancarkan sang Rembulan, bahkan pada malam-malam selanjutnya. Aku telah menghiburnya seperti engkau mengukir senyum di wajahnya. Tapi ia masih tetap saja redup, bahkan di tidurnyapun ia tampak muram. Aku tak tahu apa lagi yang harus aku lakukan agar ia bisa bersinar. “Jika kau mendengarku tolonglah aku”.

Kini dalam mimpinyapun namamulah yang selalu disebut-sebut olehnya. Namamu begitu kekal di hatinya. Namamu adalah pelita baginya. Kiki, malam-malam Rembulan adalah malam yang menyedihkan. Ku lihat awan selalu kelabu, kulihat bintang tak lagi terang. Kupandangi ilalang ia hanya bisa mendesiskan kesedihan. Entahlah semuanya seakan menjadi sedih di mataku.

Di suatu malam………………………………………….

Cahayanya kembali bersinar……….

“Ayah!!! Ayah!!! Lihat ibu yah, lihat! Ibu bisa terbang, dia pakai selendang. Dia jadi bidadari yah.”

Aku terperanjak mendengar teriakan Rembulan dari ayunannya. Dengan tergopoh-gopoh aku menghampirinya.

“Lihat ibu yah!!! Lihat!!! Dia jadi bidadari, ibu terbang dengan selendangnya.”

Aku menatap dimana jari-jari mungil itu mengarah. Hanya ada kekosongan belaka. Hanya ada rembulan bersinar terang dan tidak lagi disembunyikan oleh kabut hitam. Aku enatap rembulan itu sebagaimana aku menatap Kiki. Kini dia menatap rembulan itu dengan senyuman. Dia tak lagi terbalut dalam kesedihannya.

“Kiki apakah kau mendengarku? Terimakasih telah membuat Rembulan kita kembali bersinar, aku janji akan selalu menjaganya sebagaimana engkau menjaga dia.”

JARINGAN LOGIKA KOMBINASIONAL (1 / 2)

Posted in Materi Informatika on November 14, 2011 by firmanputra93

– Suatu jaringan diklasifikasikan sebagai kombinasional jika memiliki sifat yaitu keluarannya ditentukan hanya oleh masukkan eksternal saja.
– Suatu jaringan diklasifikasikan sequential jika ia memiliki sifat keluarannya ditentukan oleh tidak cukup masukkan eksternal tetapi juga oleh kondisi sebelumnya.

MODEL JARINGAN KOMBINASIONAL

Dengan:
F1 = F1 (i1, I2, … In; t1 = F1 setelah? T1
F2 = F2 (i1, I2, … In; t2 = F2 setelah? T2
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Fn = Fn (i1, I2, … In; tn = Fn setelah? Tn
F (kapital) = Sinyal alam semesta dengan asumsi tidak ada delay.
t (kecil) = Sifat dinamis dari sinyal yang dapat berubah selama interval waktu? t.
PROSEDUR PERANCANGAN
a. Pokok permasalahan sudah ditentukan yaitu jumlah input yang dibutuhkan dan jumlah output tertentu.
b. Susun kedalam tabel kebenaran (Truth Table).
c. Kondisi Jangan care dapat diikut sertakan saat tidak mempengaruhi output.
Decoder
Decoder adalah jaringan kombinasi yang akan memilih salah satu keluaran sesuai dengan konfigurasi input. Decoder memiliki n input dan 2 ^ n output.
Blok Diagram Decoder.
decoder 2to4
Tabel Kebenaran

JARINGAN LOGIKA

Untuk merencanakan jaringan kombinasional dapat digunakan Decoder dan eksternal OR gate (jaringan kombinasi n – input dan m-output dapat diimplementasikan dengan n to 2 ^ n line decoder dan m – OR gate).
Contoh .
Implementasikan suatu Full Adder dengan memakai Decoder dan 2 gerbang OR
Jawab:
Sum = A + B + Cin =? 1,2,4,7
Carry out = (A + B) Cin + AB =? 3,5,6,7
Gambar Jaringan Logika 3 t0 8

Encoder
Encoder adalah jaringan kombinasi yang merupakan kebalikan dari Decoder yaitu manghasilkan output kode biner yang berkorespondensi dengan nilai input. Encoder memiliki 2 ^ n input dan n output.
Tabel kebenaran Encoder 4 to 2

Multiplexer (MUX)
Blok Diagram Logika Mux
PROSEDUR PERANCANGAN JARINGAN KOMBINASIONAL DENGAN MUX
1. Buat tabel kebenaran sesuai dengan kondisi input dan output serta nomor Mintermnya.
2. Salah satu variabel input digunakan sebagai Data dan sisanya dari variabel input sebagai address / selector.
3. Buat tabel Implementasi dan Lingkari nomor Mintermnya yang sesuai dengan outputnya.
4. Jika 2 Mintermnya dalam satu kolom dilingkari, maka input Mux adalah 1 dan sebaliknya input Mux adalah berlogika 0
5. Jika nomor Mintermnya hanya dilingkari pada salah satu baris dalam kolom yang sama, maka input Mux akan berlogika sesuai dengan baris persamaan pada variabel yang diberikan.
Contoh!
Implementasikan F (ABC) =? 1,3,5,6 dengan Mux (4x 1).
Jawab:
Catatan .
Input Variabel A diambil sebagai data sedangkan B dan C sebagai address.
Demultiplexer (DEMUX)
Blok Diagram Logika DEMUX

KODE BCD, BAUDOT, SBCDIC, EBCDIC, ASCII

Posted in Materi Informatika on November 14, 2011 by firmanputra93

kode yang mewakili data ( BCD, SBCDIC, EBCDIC, ASCII )

BCD (Binary Coded Decimal)
data BCD (Binary Coded Decimal) yang biasa digunakan dalam komunikasi data untuk mengetahui berbagai kode yang digunakan dalam komunikasi data dapat dilihat disini. BCD merupaka kode biner yang digunakan hanya untuk mewakili digit desimal dari 0-9, BCD menggunakan kombinasi 4 bit sehingga ada 16 kombinasi yang bisa diperoleh dan hanya 10 kombinasi yang digunakan.
kode BCD sudah jarang digunakan oleh komputer-komputer dan transmisi data sekarang ini. Karena tidak dapat mewakili huruf atau simbol karakter khusus. BCD hanya digunakan oleh komputer generasi Pertama. berikut ini adalah kode-kode binary decimal pada BCD 4bit:
0000 = 0
0001 = 1
0010 = 2
0011 = 3
0100 = 4
0101 = 5
0110 = 6
0111 = 7
1000 =8
1001 = 9
SBCDIC (Standart Binary Coded Decimal Interchange Code)
SBCDIC (Standart Binary Coded Decimal Interchange Code) merupakan kode biner yang dikembangkan dari kode BCD. untuk mengetahui lebih jauh tentang  kode BCD, dapat dilihat disini, sedangkan untuk mengetahui tentang macam-macam pengodean data, dapat dilihat disini. SBCDIC menggunakan kombinasi 6bitsehingga lebih banyak kombinasi yang digahasilkan yaitu 64 kombinasi kode. Ada sepuluh kode untuk digit angka, 26 kode untuk digit huruf alfabet, sisanya digunakan untuk karakter khusus tertentu. SBCDIC digunakan pada komputer generasi kedua.
SBCDIC Karakter SBCDIC Karakter
001010 0 100001 J
000001 1 100010 K
000010 2 100011 L
000011 3 100100 M
000100 4 100101 N
000101 5 100110 O
000110 6 100111 P
000111 7 101000 Q
001000 8 101001 R
001001 9 010010 S
110001 A 010011 T
110010 B 010100 U
110011 C 010101 V
110100 D 010110 W
110101 E 010111 X
110110 F 011000 Y
110111 G 011001 Z
111000 H
111001 I
kemudian perkembangan dari kode SBCDIC adalah kode EBCDIC ( Extend Binary Decimal Interchange code)
EBCDIC ( Extend Binary Decimal Interchange code)
EBCDIC ( Extend Binary Decimal Interchange code) adalah kode 8 bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter 256 kombinasi karakter. Pada EBICDIC, high order bits atau 4 bit pertama disebut zone dits dan low order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits.
Kode EBCDIC banyak dipakai pada komputer generasi ketiga. seperti pada sistem operasi komputer merk IBM, seperti z/OS, OS/390, dll. kode ini merupakan hasil dari pengembangan kode 6 bit yang dipakai untuk kartu berlubang (punched card) pada komputer IBM antara akhir tahun 1950 1n sampai 1960 an.
ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
1.          ASCII 7-bit
      ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange atau ada yang menyebut dengan American Standard Commintee on Information Interchange dikembangkan oleh ANSI (American National Standards Institute) untuk tujuan membuat kode biner yang standar. Kode ASCII yang standar menggunakan kombinasi 7-bit, dengan kombinasi sebanyak 127 dari 128 (27 = 128) kemungkinan
kombinasi, yaitu :
·        26 buah huruf capital (upper case) dari A s/d Z
·        26 buah huruf kecil (lower case) dari a s/d z
·        digit decimal dari 0 s/d 9
·        34 karakter kontrol yang tidak dapat dicetak hanya digunakan untuk informasi status operasi computer
·        32 karakter khusus (special characters)
ASCII 7-bit banyak digunakan untuk komputer-komputer generasi sekarang, termasuk komputer mikro.
2.        ASCII 8-bit
ASCII 8-bit terdiri dari kombinasi 8-bit mulai banyak digunakan, karena lebih banyak memberikan kombinasi karakter. Dengan ASCII 8-bit, karakter-karakter graphic yang tidak dapat diwakili ASCII 7-bit, seperti ♥ ♦ ♣ ♠ α β ►◄ karakter dan sebagainya dapat diwakili. Komputer IBM PC menggunakan ASCII 8-bit.

SISTEM BILANGAN

Posted in Materi Informatika on November 14, 2011 by firmanputra93

SISTEM BILANGAN HEKSADESIMAL

Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F. Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada tabel berikut:

0hex = 0dec = 0oct 0 0 0 0
1hex = 1dec = 1oct 0 0 0 1
2hex = 2dec = 2oct 0 0 1 0
3hex = 3dec = 3oct 0 0 1 1
4hex = 4dec = 4oct 0 1 0 0
5hex = 5dec = 5oct 0 1 0 1
6hex = 6dec = 6oct 0 1 1 0
7hex = 7dec = 7oct 0 1 1 1
8hex = 8dec = 10oct 1 0 0 0
9hex = 9dec = 11oct 1 0 0 1
Ahex = 10dec = 12oct 1 0 1 0
Bhex = 11dec = 13oct 1 0 1 1
Chex = 12dec = 14oct 1 1 0 0
Dhex = 13dec = 15oct 1 1 0 1
Ehex = 14dec = 16oct 1 1 1 0
Fhex = 15dec = 17oct 1 1 1 1

Konversi

Konversi dari heksadesimal ke desimal

Untuk mengkonversinya ke dalam bilangan desimal, dapat menggunakan formula berikut:

Dari bilangan heksadesimal H yang merupakan untai digit hnhn − 1h2h1h0, jika dikonversikan menjadi bilangan desimal D, maka:

D = \sum_{k=0}^{n} h_k \times 16^k

Sebagai contoh, bilangan heksa 10E yang akan dikonversi ke dalam bilangan desimal:

  • Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai F (jika terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya. Pada contoh ini, 10E diubah menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 10)
  • Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
1 \times 16^2 + 0 \times 16^1 + 14 \times 16^0
= 256 + 0 + 14
= 270

Dengan demikian, bilangan 10E heksadesimal sama dengan bilangan desimal 270.

Konversi dari desimal ke heksadesimal

Sedangkan untuk mengkonversi sistem desimal ke heksadesimal caranya sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya, yaitu angka desimal 270):

 270 dibagi 16 hasil:  16   sisa 14  ( = E )
  16 dibagi 16 hasil:   1   sisa  0  ( = 0 )
   1 dibagi 16 hasil:   0   sisa  1  ( = 1 )

SITEM BILANGAN DESIMAL

Sistem bilangan desimal/persepuluhan adalah sistem bilangan yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya (posisi di angka 9 diganti dengan angka 0, 1, 2, .. 9 lagi, tetapi angka di depannya dinaikkan menjadi 1). Sistem bilangan desimal sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10, seperti yang terlihat dalam contoh berikut:

angka desimal 123 = 1*102 + 2*101 + 3*100

Berikut adalah tabel yang menampilkan sistem angka desimal (basis 10), sistem bilangan biner (basis 2), sistem bilangan/ angka oktal (basis 8), dan sistem angka heksadesimal (basis 16) yang merupakan dasar pengetahuan untuk mempelajari komputer digital. Bilangan oktal dibentuk dari bilangan biner-nya dengan mengelompokkan tiap 3 bit dari ujung kanan (LSB). Sementara bilangan heksadesimal juga dapat dibentuk dengan mudah dari angka biner-nya dengan mengelompokkan tiap 4 bit dari ujung kanan.

Desimal Biner (8 bit) Oktal Heksadesimal
0 0000 0000 000 00
1 0000 0001 001 01
2 0000 0010 002 02
3 0000 0011 003 03
4 0000 0100 004 04
5 0000 0101 005 05
6 0000 0110 006 06
7 0000 0111 007 07
8 0000 1000 010 08
9 0000 1001 011 09
10 0000 1010 012 0A
11 0000 1011 013 0B
12 0000 1100 014 0C
13 0000 1101 015 0D
14 0000 1110 016 0E
15 0000 1111 017 0F
16 0001 0000 020 10

SISTEM BILANGAN BINER

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

20=1

21=2

22=4

23=8

24=16

25=32

26=64

dst

Perhitungan

Desimal Biner (8 bit)
0 0000 0000
1 0000 0001
2 0000 0010
3 0000 0011
4 0000 0100
5 0000 0101
6 0000 0110
7 0000 0111
8 0000 1000
9 0000 1001
10 0000 1010
11 0000 1011
12 0000 1100
13 0000 1101
14 0000 1110
15 0000 1111
16 0001 0000

Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. Dimulai dengan angka pertama, dan angka selanjutnya. Dalam sistem bilangan desimal, perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9, sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1.

contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner

desimal = 10.

berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut

10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).

dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010

dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010

atau dengan cara yang singkat

10:2=5(0),

5:2=2(1),

2:2=1(0),

1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010

OKTAL

Oktal atau sistem bilangan basis 8 adalah sebuah sistem bilangan berbasis delapan. Simbol yang digunakan pada sistem ini adalah 0,1,2,3,4,5,6,7. Konversi Sistem Bilangan Oktal berasal dari Sistem bilangan biner yang dikelompokkan tiap tiga bit biner dari ujung paling kanan (LSB atau Least Significant Bit).

Biner Oktal
000 000 00
000 001 01
000 010 02
000 011 03
000 100 04
000 101 05
000 110 06
000 111 07
001 000 10
001 001 11
001 010 12
001 011 13
001 100 14
001 101 15
001 110 16
001 111 17